Tampilkan postingan dengan label Arts and Culture. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arts and Culture. Tampilkan semua postingan

10 Agu 2012

Pulau Penyengat_

Pada kesempatan ini saya akan menulis tentang Pulau Penyengat,, sebuah pulau kecil berukuran 2.500 m x 750 m yang terdapat di Kep. Riau,. Berjarak sekitar 6 km jalan laut dari kota Tanjung Pinang,, yang merupakan ibu kota Provinsi Kep. Riau,. Untuk menempuh Pulau Penyengat dibutuhkan waktu sekitar 15 menit,, dengan menggunakan bot pompong dari pelabuhan kecil di Tanjung Pinang,. Untuk mengelilingi Pulau ini bisa menggunakan bentor (becak motor),, angkutan khas daerah setempat,.

Selain mengandung nilai sejarah,, Pulau Penyengat juga merupakan objek wisata di Kep. Riau,. Objek wisata yang bisa dikunjungi misalnya Mesjid Raya Sultan Riau,, yang konon katanya untuk merekatkan antara dinding,, kubah,, dan menara menggunakan perekat putih telur dan kapur,. Sedangkan untuk mewarnainya digunakan kuning telur,. Di dalam mesjid bergaya arsitektur India ini tersimpan pula kitab-kitab kuno mengenai islam,, benda lain yang menarik dalam mesjid ini adalah mimbarnya yang indah,, serta kitab suci AI-Qur’an tulisan tangan,.

Di sekitar mesjid terdapat komplek pemakaman para raja,. Seperti makam Engku Putri Raja Hamidah,, yang merupakan permaisuri Sultan Mahmud,. Pulau Penyengat adalah milik Engku Putri,, karena pulau ini dihadiahkan oleh suaminya sebagai mas kawin,.

Ada juga makam pahlawan nasional sekaligus ulama,,sejarawan,, dan pujangga Melayu,, Raja Ali Haji,. Mahakaryanya yang terkenal adalah Gurindam Dua Belas,. Lahir di Selangor,, keturunan Melayu - Bugis,, dan wafat serta dimakamkan di Pulau Penyengat,.

Selain itu ada juga Benteng,, Kubu,, dan Parit Pertahanan bersejarah yang terdapat di Bukit Kursi,. Dibangun pada abad XVIII oleh Raja Ali Haji untuk ditempatkan meriam,, sebagai basis pertahanan Pulau Bintan,.

Objek wisata menarik lainnya yang bisa dikunjungi adalah bekas gedung Tabib Kerajaan,, makam Raja Jaafar,, makam Raja Abdurrakhman,, bekas istana Sultan Abdurrakhman Muazzam Syah,, bekas gedung Tengku Bilik,, gudang mesiu,, dan balai adat Indra Perkasa,.

Mitosnya sumur berair jernih yang terdapat dibawah kolong Balai Adat Melayu ini jika diminum bisa menyembuhkan segala penyakit dan memudahkan jodoh,. Tetapi ada satu mitos yang populer di pulau ini,, yaitu jika sepasang kekasih mengunjungi pulau ini,, maka tak lama usai mengunjungi pulau ini jika pasangan tersebut cocok maka akan segera menikah,. Tapi sebaliknya,, jika tidak cocok banyak pula pasangan yang putus setelah mengunjungi pulau ini,. Dan uniknya jika dilihat dari atas,, Pulau Penyengat berbentuk seperti buaya,, sehingga ada yang menyebutnya Pulau Buaya,.

Saat ini Pulau Penyengat beserta komplek pemakaman disekitarnya sedang diajukan pada UNESCO untuk didaftarkan sebagai salah satu situs warisan dunia,. Semoga kedepannya Pulau Penyengat bisa dikelola dengan baik,, dan terjaga kebersihannya,. :)







9 Agu 2012

Gurindam Dua Belas_

Gurindam adalah bentuk puisi berasal dari Tamil,, India,. Merupakan perkataan sempurna yang berisi nasehat,, atau mengandung kebenaran,. Memiliki dua baris pada setiap baitnya,. Baris pertama merupakan syarat atau persoalan,, yang kemudian akan dijawab oleh baris kedua,.

Salah satu contohnya adalah Gurindam Dua Belas,, yang merupakan puisi hasil karya Raja Ali Haji,. Seorang sastrawan dan Pahlawan Nasional dari Pulau Penyengat,, Provinsi Kepulauan Riau,. Gurindam Dua Belas terdiri dari dua belas pasal,. Pasal pertama dan kedua bisa dilihat pada marmer di dinding makam Engku Puteri Hamidah di Pulau Penyengat,. Pulau Penyengat yang diberikan kepadanya sebagai mas kawin,.

Gurindam Dua Belas sangat populer di kalangan Masyarakat Melayu Kep. Riau,, selain bernilai seni,, juga mengandung nilai sejarah penting,. Selain beredar luas di internet,, Gurindam Dua Belas juga dapat ditemui terukir di tepi jalan daerah tepi laut Tanjung Pinang,. Adapun isi dari Gurindam Dua Belas tsb adalah sbb :

• Pasal Pertama
Barang siapa tiada memegang agama,,
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama,.
Barang siapa mengenal yang empat,,
maka ia itulah orang ma'rifat,.
Barang siapa mengenal Allah,,
suruh dan tegahnya tiada ia menyalah,.
Barang siapa mengenal diri,,
maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari,.
Barang siapa mengenal dunia,,
tahulah ia barang yang terpedaya,.
Barang siapa mengenal akhirat,
tahulah ia dunia mudarat,.

• Pasal Kedua
Barang siapa mengenal yang tersebut,,
tahulah ia makna takut,.
Barang siapa meninggalkan sembahyang,,
seperti rumah tiada bertiang,.
Barang siapa meninggalkan puasa,,
tidaklah mendapat dua temasya,.
Barang siapa meninggalkan zakat,
tiadalah hartanya beroleh berkat,.
Barang siapa meninggalkan haji,,
tiadalah ia menyempurnakan janji,.

• Pasal Ketiga
Apabila terpelihara mata,,
sedikitlah cita-cita,.
Apabila terpelihara kuping,,
khabar yang jahat tiadalah damping,.
Apabila terpelihara lidah,,
nescaya dapat daripadanya faedah,.
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,,
daripada segala berat dan ringan,.
Apabila perut terlalu penuh,,
keluarlah fi'il yang tiada senonoh,.
Anggota tengah hendaklah ingat,,
disitulah banyak orang yang hilang semangat,.
Hendaklah peliharakan kaki,,
daripada berjalan yang membawa rugi,.

• Pasal Keempat
Hati kerajaan didalam tubuh,,
jikalau zalim segala anggotapun roboh,.
Apabila dengki sudah bertanah,,
datanglah daripadanya beberapa anak panah,.
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,,
di situlah banyak orang yang tergelincir,.
Pekerjaan marah jangan dibela,,
nanti hilang akal di kepala,.
Jika sedikitpun berbuat bohong,,
boleh diumpamakan mulutnya itu pekong,.
Tanda orang yang amat celaka,,
aib dirinya tiada ia sangka,.
Bakhil jangan diberi singgah,,
itupun perampok yang amat gagah.
Barang siapa yang sudah besar,,
janganlah kelakuannya membuat kasar,.
Barang siapa perkataan kotor,,
mulutnya itu umpama ketur,.
Di mana tahu salah diri,,
jika tidak orang lain yang berperi,.

• Pasal Kelima
Jika hendak mengenal orang berbangsa,,
lihat kepada budi dan bahasa,.
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,,
sangat memeliharakan yang sia-sia,.
Jika hendak mengenal orang mulia,,
lihatlah kepada kelakuan dia,.
Jika hendak mengenal orang yang berilmu,,
bertanya dan belajar tiadalah jemu,.
Jika hendak mengenal orang yang berakal,,
di dalam dunia mengambil bekal,.
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,,
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai,.

• Pasal Keenam
Cahari olehmu akan sahabat,,
yang boleh dijadikan obat,.
Cahari olehmu akan guru,,
yang boleh tahukan tiap seteru,.
Cahari olehmu akan isteri,,
yang boleh menyerahkan diri,.
Cahari olehmu akan kawan,
pilih segala orang yang setiawan,.
Cahari olehmu akan abdi,
yang ada baik sedikit budi,.

• Pasal Ketujuh
Apabila banyak berkata-kata,,
di situlah jalan masuk dusta,.
Apabila banyak berlebih-lebihan suka,,
itulah tanda hampir duka,.
Apabila kita kurang siasat,,
itulah tanda pekerjaan hendak sesat,.
Apabila anak tidak dilatih,,
jika besar bapanya letih,.
Apabila banyak mencela orang,,
itulah tanda dirinya kurang,.
Apabila orang yang banyak tidur,,
sia-sia sahajalah umur,.
Apabila mendengar akan khabar,,
menerimanya itu hendaklah sabar,.
Apabila menengar akan aduan,,
membicarakannya itu hendaklah cemburuan,.
Apabila perkataan yang lemah-lembut,,
lekaslah segala orang mengikut,.
Apabila perkataan yang amat kasar,,
lekaslah orang sekalian gusar,.
Apabila pekerjaan yang amat benar,,
tidak boleh orang berbuat onar,.

• Pasal Kedelapan
Barang siapa khianat akan dirinya,,
apalagi kepada lainnya,.
Kepada dirinya ia aniaya,,
orang itu jangan engkau percaya,.
Lidah yang suka membenarkan dirinya,,
daripada yang lain dapat kesalahannya,.
Daripada memuji diri hendaklah sabar,,
biar pada orang datangnya khabar,.
Orang yang suka menampakkan jasa,,
setengah daripada syirik mengaku kuasa,.
Kejahatan diri sembunyikan,,
kebaikan diri diamkan,.
Keaiban orang jangan dibuka,,
keaiban diri hendaklah sangka,.

• Pasal Kesembilan
Tahu pekerjaan tak baik tetapi dikerjakan,,
bukannya manusia yaitu ialah syaitan,.
Kejahatan seorang perempuan tua,,
itulah iblis punya penggawa,.
Kepada segala hamba-hamba raja,,
di situlah syaitan tempatnya manja,.
Kebanyakan orang yang muda-muda,,
di situlah syaitan tempat berkuda,.
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,,
di situlah syaitan punya jamuan,.
Adapun orang tua yang hemat,,
syaitan tak suka membuat sahabat,.
Jika orang muda kuat berguru,,
dengan syaitan jadi berseteru,.

• Pasal Kesepuluh
Dengan bapa jangan durhaka,,
supaya Allah tidak murka,.
Dengan ibu hendaklah hormat,,
supaya badan dapat selamat,.
Dengan anak janganlah lalai,,
supaya boleh naik ke tengah balai,.
Dengan isteri dan gundik janganlah alpa,,
supaya kemaluan jangan menerpa,.
Dengan kawan hendaklah adil,, supaya tangannya jadi kafill,.

• Pasal Kesebelas
Hendaklah berjasa,,
kepada yang sebangsa,.
Hendaklah jadi kepala,,
buang perangai yang cela,.
Hendaklah memegang amanat,,
buanglah khianat,.
Hendak marah,,
dahulukan hujah,.
Hendak dimulai,,
jangan melalui,.
Hendak ramai,,
murahkan perangai,.

• Pasal Keduabelas
Raja mufakat dengan menteri,,
seperti kebun berpagarkan duri,.
Betul hati kepada raja,,
tanda jadi sebarang kerja,.
Hukum adil atas rakyat,,
tanda raja beroleh inayat,.
Kasihkan orang yang berilmu,,
tanda rahmat atas dirimu,.
Hormat akan orang yang pandai,,
tanda mengenal kasa dan cindai,.
Ingatkan dirinya mati,,
itulah asal berbuat bakti,.
Akhirat itu terlalu nyata,,
kepada hati yang tidak buta,.

Demikian kutipan Gurindam Dua Belas tsb,, semoga bermanfaat dan next time bisa menulis mengenai seni dan budaya Melayu lainnya,. :)



Diberdayakan oleh Blogger.